Total Tayangan Halaman

Kamis, 06 Februari 2014

Pergi Tanpa Pesan


Rasanya terlalu menyakitkan untuk melihat kembali semua kenangan yang pernah ada. Kamu datang dengan begitu saja, tanpa pernah aku tahu sebelumnya.  Kau memberikan warna baru, menghiasinya dengan bunga-bunga indah. Kau membuatkan taman kecil, dan kita sering bermain disana, hingga aku lupa bagaimana caranya bersedih. Kau mengajariku untuk selalu tersenyum. Tapi waktu berjalan dengan begitu angkuh, ia membawamu pergi hingga lupa untuk memberikan pesan terakhir. Atau memang sebaiknya tak pernah ada pesan terakhir, karena itu akan semakin menyakitkanku. 

Hari ini, aku merasa begitu sepi. Aku mencoba meyakinkan diriku, bahwa tanpa ada kamu pun aku masih tetap bisa bertahan. Meski begitu, saat ini rindu masih menggangguku. Ditemani sepotong senja sore ini, aku datang  ke tempat biasa kita bertemu, entah mungkin kamu sudah tidak pernah datang kesini lagi, atau mungkin kamu sudah melupakan semua. Aku merenung sejenak, apa mungkin semua ini karena aku? Aku yang tak pernah bisa menjadi yang terbaik di hatimu. Hingga kau pergi begitu saja bersama dia.

Maaf, jika suatu saat nanti aku tak lagi sama seperti dulu. Mungkin aku hanya akan tersenyum kemudian aku akan menjadi bisu di hadapanmu, dan akan kututup mataku rapat-rapat agar bayangmu tak lagi mengganggu. Jujur, aku masih begitu mencintai dan membutuhkan kamu, tapi melihat keadaan yang seperti ini aku harus berusaha melupakan dan merelakan kamu dengan dia. Terlihat tidak adil bukan? Aku yang selama ini berlari untukmu harus berhenti di tengah jalan sebelum sampai di garis finis karena ada dia yang lebih dulu sampai disana.

Kamu tidak tahukan, aku berjuang dalam kesakitan ku. Berusaha menanggalkan semua ingatanku, meski semua tidak semudah seperti saat kau pergi bersama dia. Kau tau, kau adalah pembohong yang paling hadal, manusia dengan lidah paling berbisa. Janji mu terlalu memuakkan, aku benci semua hal yang dulu pernah kau ucapkan kepadaku, bahwa kau menyayangiku, bahwa kau akan selalu ada di sampingku untuk menjagaku. Apa kau lupa? Kau katakana semua itu dengan KERAS!! Bulshit!  Aku harap kamu menyadari semua kesalahnmu kepadaku, aku harap suatu saat nantu kau akan membaca tulisanku ini. Kemudian kau akan menyesali semuanya.

Mungkin ini akan menjadi yang terakhir bagiku untuk duduk disini, di tempat biasa kita mengabiskan waktu bersama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar