Rasanya terlalu menyakitkan
untuk melihat kembali semua kenangan yang pernah ada. Kamu datang dengan begitu
saja, tanpa pernah aku tahu sebelumnya.
Kau memberikan warna baru, menghiasinya dengan bunga-bunga indah. Kau
membuatkan taman kecil, dan kita sering bermain disana, hingga aku lupa
bagaimana caranya bersedih. Kau mengajariku untuk selalu tersenyum. Tapi waktu
berjalan dengan begitu angkuh, ia membawamu pergi hingga lupa untuk memberikan
pesan terakhir. Atau memang sebaiknya tak pernah ada pesan terakhir, karena itu
akan semakin menyakitkanku.
Hari ini, aku merasa begitu
sepi. Aku mencoba meyakinkan diriku, bahwa tanpa ada kamu pun aku masih tetap
bisa bertahan. Meski begitu, saat ini rindu masih menggangguku. Ditemani
sepotong senja sore ini, aku datang ke
tempat biasa kita bertemu, entah mungkin kamu sudah tidak pernah datang kesini
lagi, atau mungkin kamu sudah melupakan semua. Aku merenung sejenak, apa
mungkin semua ini karena aku? Aku yang tak pernah bisa menjadi yang terbaik di
hatimu. Hingga kau pergi begitu saja bersama dia.
Maaf, jika suatu saat nanti
aku tak lagi sama seperti dulu. Mungkin aku hanya akan tersenyum kemudian aku akan
menjadi bisu di hadapanmu, dan akan kututup mataku rapat-rapat agar bayangmu
tak lagi mengganggu. Jujur, aku masih begitu mencintai dan membutuhkan kamu,
tapi melihat keadaan yang seperti ini aku harus berusaha melupakan dan
merelakan kamu dengan dia. Terlihat tidak adil bukan? Aku yang selama ini
berlari untukmu harus berhenti di tengah jalan sebelum sampai di garis finis
karena ada dia yang lebih dulu sampai disana.
Kamu tidak tahukan, aku
berjuang dalam kesakitan ku. Berusaha menanggalkan semua ingatanku, meski semua
tidak semudah seperti saat kau pergi bersama dia. Kau tau, kau adalah pembohong
yang paling hadal, manusia dengan lidah paling berbisa. Janji mu terlalu
memuakkan, aku benci semua hal yang dulu pernah kau ucapkan kepadaku, bahwa kau
menyayangiku, bahwa kau akan selalu ada di sampingku untuk menjagaku. Apa kau
lupa? Kau katakana semua itu dengan KERAS!! Bulshit! Aku harap kamu menyadari semua kesalahnmu
kepadaku, aku harap suatu saat nantu kau akan membaca tulisanku ini. Kemudian
kau akan menyesali semuanya.
Mungkin ini akan menjadi
yang terakhir bagiku untuk duduk disini, di tempat biasa kita mengabiskan waktu
bersama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar