Total Tayangan Halaman

Rabu, 12 Maret 2014

Gelisah



Mimpi-mimpi ini semakin melekat ceritamu
Enggan lepas hingga melengkungkan kesedihan di jejak kaki
Sangat perih, dan sepertinya aku telah terlempar jauh di pusaran penantian
adakah seyum lugumu lagi?

Datanglah, karena aku masih disini menunggumu, di garis penantian
Datanglah meski hanya sebatas basah embun
Di balik senja rindu ini masih ku jaga untukmu
Bukan hal yang mampu membuatku terbiasa
Dengan mengasingkanmu begitu jauh dari senja di sepotong soreku
Hingga menghasilkan sepi yang semakin menjerat

Ketakutanku menjelma jadi nyata
Merangkak dalam kebisuan, bagai debu yang membabibuta tersapu angin
Malam sudah terlalu lama menjeratku dalam kesunyian
Dalam gelap aku tak lagi mampu menemukan sosokmu
Aku berlari, dan terus saja berlari
Berhentilah! Ku mohon, lihatlah ada aku. Bagaimana mungkin aku mampu beranjak pergi
Sementara larik-larik senyummu semakin menjelma lukisan terang yang memenuhi kegelisahanku.

Lelah…
Hanya ada getar lemah yang tersisa, tanpa wujud sapa
Aku hanya bisa menerima jika ini memang seharusnya
Ketika hati menyapa ruang hampa
“Tuhan, temaniku dalam gelisah ini. Itu saja”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar