Total Tayangan Halaman

Minggu, 28 Juli 2013

Sederhana

       Cinta ternyata hanya butuh sebuah kesederhanaan. Tentang bagaimana kamu memeluknya, menjaganya, terlebih mengikhlaskannya. Sederhana saja, kamu selalu mengajariku banyak hal, cara tertawa dalam kesedihan, cara tersenyum dalam kemunafikan, cara menghargai perbedaan, cara belajar dari kesalahan, dan cara bermimpi walau dalam kemustahilan. sederhana bukan?
       Lagi-lagi semua harus tentang kita. cerita cinta memang tidak selalu atas dari dua orang, karena realita telah berbicara lebih banyak dari sebuah angan., karena air mata berbicara lebih lentang dari segores senyuman. Hentikasn kata maaf mu! lihatlah aku. anggap aku baik-baik saja tanpa kamu, dan aku akan menganggapmu demikian tanpa aku. anggap aku bayanganmu, dan aku akan hidup denganmu.
      Bukankah hidup itu tentang pengalaman dan pelajaran. Tentang kehilangan dan kembali menemukan. ini perjalanan sederhanaku. Aku masih tanpa kamu. Masih akan ada puisi untukmu, semua untaian kata yang tujuannya menggambarkan setiap debar jantung yang terteram dalam benakku saat berdiri melihat kedua bola mata indah itu. aku kenal tatapan itu, ohya aku ingat! tatapan itu pernah menjadi milikku. Tatapanmu hangat sehangat sentuhan jemarimu untuk meredakan dingin di sekujur tubuhku. begitu sederhana dengan serpihan canda. tapi Tuhan tahu kamu hanya berniat menyederhanakan perasaanku, bukan untuk terjun membalas cintaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar