Beginilah aku sekarang, berusaha menutup diri dan membuang kuncinya sejauh mungkin. Jadi ini yang disebut pengorbanan, saat aku bilang "jaga dia baik-baik ya" padahal hati ini sakit saat aku merasa jatuh ke dalam lubang yang lebih jauh lagi. Bahagiaku sederhana, saat aku bisa melihatmu bahagia meski tanpa aku, saat semuanya tampak sempurna bagimu, tapi hancur bagiku. Tiba saatnya aku terdampar dalam tabung waktu, menutup semua pintu dan tenggelam bersama kalbu. Bisa mencintamu begitu indah untukku, mungkin penuh dengan pilu, tapi tertutup oleh semua rasa rindu. ini aku, wanita yang bukan pilihanmu, yang menjadikan tujuan dari segala penantian. Desiran angin menampar wajahku, membangunkan ku dari semua lamunank, mungkin terdengar gila, tapi sekali lagi ini masih tentangmu,
Alunan musik mengalun dengan lugu, menyusun setiap bait di pikiranku, melewati lorong gelap dan menelusuri setiap rintangan. Aku seperti berada dalam titik terendah menikmati setiap luka hingga aku menyerah. Setiap air mata mempunyai cerita, cerita yang ku pikiur suka, ternyata hanya ada duku. ini apa? Bagiku mungkin cinta, tapi kenapa mereka bilang aku gila? ku lihat sosokmu di tepi jalan, kamu begitu indah seperti di pahat langsung oleh tangan tuhan, dan kamu begitu indah untuk dilupakan begitu saja, dan begitu indah untuk meniadakan segala kenangan. Bisikan angin membawa pergi rinduku padamu, meski tak membawa ragaku padamu, tapi jiwa ini tetap mengikutimu. Aku hanya mencintaimu, mencintaimu karenaNYA, mencintaimu karena keikhlasan, kepasrahan, dan rasa syukurku padanya. kelopak demi kelopak kususun berbaris, menyebabkan aroma kehangatan yang tertutup pita kecil. Jadikan ini memori, jadikan ini satu dari milikmu yang dulu. Nikmati hari ini, Aku mencintaimu, kemarin, hari ini, esok, dan mungkin nanti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar