Sore ini bersama senja aku masih di
hantui dengan mimpi-mimpiku yang sama dengan hari-hari sebelumnya. Sayang apa
kamu tahu, menunggu bukanlah hal yang lagi rumit bagiku. Jadi biarkan aku tetap
menunggumu meski aku tahu kita takkan mungkin lagi menyatu, meski aku tahu kau
takkan pernah menggubris segala isyaratku, jadi biarkan aku bermain bersama
ilusiku. Sayang, aku memang pernah tersenyum tapi itu dulu disaat kamu belum
berubah menjadi sosok asing dalam hidupku. Sungguh, seberapa keras kamu menjauh
dariku, rasa rindu, dan rasa cinta yang ada takkan pernah terkikis. Aku takkan
pernah lelah menantimu. Maafkan aku yang
tak pernah bisa untuk menjadi sosok yang sempurna di matamu. Dalam barisan
senja, dalam deretan waktu yang sudah aku lewati, aku masih dan akan selalu
berdiri disini; di garis penantian tanpa batas. Disana masih ada bayangmu yang
terus menyertku sangat jauh tanpa ada cahaya sebagai penerang jalanku. Banyak
luka yang tergores, tapi kau malah tersenyum kemudian pergi dengan mudahnya.
Kini aku biarkan kamu memilih jalan yang menurutmu itu pilihan yang terbaik.
Dan jika menjauh adalah satu-satunya yang aku miliki, aku (terpaksa)
melakukannya. Demi kebaikan kita. tapi pahamilah, aku tetap akan berdiri di
belakangmu, memperhatikanmu dari kejauhan, kemuadian memakai topeng, agar kau
tak tahu bagaimana aku kini karena sikapmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar