Total Tayangan Halaman

Selasa, 01 Oktober 2013

Biarkan Aku Menunggu


      Sore ini bersama senja aku masih di hantui dengan mimpi-mimpiku yang sama dengan hari-hari sebelumnya. Sayang apa kamu tahu, menunggu bukanlah hal yang lagi rumit bagiku. Jadi biarkan aku tetap menunggumu meski aku tahu kita takkan mungkin lagi menyatu, meski aku tahu kau takkan pernah menggubris segala isyaratku, jadi biarkan aku bermain bersama ilusiku. Sayang, aku memang pernah tersenyum tapi itu dulu disaat kamu belum berubah menjadi sosok asing dalam hidupku. Sungguh, seberapa keras kamu menjauh dariku, rasa rindu, dan rasa cinta yang ada takkan pernah terkikis. Aku takkan pernah lelah menantimu.  Maafkan aku yang tak pernah bisa untuk menjadi sosok yang sempurna di matamu. Dalam barisan senja, dalam deretan waktu yang sudah aku lewati, aku masih dan akan selalu berdiri disini; di garis penantian tanpa batas. Disana masih ada bayangmu yang terus menyertku sangat jauh tanpa ada cahaya sebagai penerang jalanku. Banyak luka yang tergores, tapi kau malah tersenyum kemudian pergi dengan mudahnya. Kini aku biarkan kamu memilih jalan yang menurutmu itu pilihan yang terbaik. Dan jika menjauh adalah satu-satunya yang aku miliki, aku (terpaksa) melakukannya. Demi kebaikan kita. tapi pahamilah, aku tetap akan berdiri di belakangmu, memperhatikanmu dari kejauhan, kemuadian memakai topeng, agar kau tak tahu bagaimana aku kini karena sikapmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar